Insomnia

Setelah melewati beberapa malam yang begitu tenang, sekali lagi penyakit sialan ini kambuh. Insomnia.

Awalnya kuanggap gejal yang biasa saja. Tak ada rasa khawatir dan takut. Kalaupun jarum jam menunjuk pukul satu dinihari, aku tetap tenang. Radio, buku dan combo tv biasa kuputar bergantian untuk mengisi kekosongan suasana. Namun setelah kebiasaan ini berjalan sekitar satu bulanan, aku merasa ada yang aneh dengan kebiasaanku ini.

Sekarang, sampai subuh pun aku masih kuat begadang. Jika belum ngantuk tapi perasaan sudah bosan-bosan amat, paling banter kulampiaskan ke tumpukan mi rebus yang selalu siap sedia. Kalaupun buku, radio atau televisi juga sudah lelah menghiburku, masih ada kebiasaan aneh yang kulakukan: muter-muter gowes pake sepeda di seputaran Juanda.

Temanku, sebut saja M, pernah mengatakan bahwa aku terlalu banyak pikiran. “Kau terlalu banyak pikiran, anak muda!” begitu katanya waktu itu. Dia juga menyarankan agar tiap kali sebelum tidur menenggak susu hangat terlebih dulu. Sudah kucoba dan hasilnya nihil, tak ada perubahan.

Bisa jadi apa yang dikatakan teman saya tersebut benar.

Djuanda,291009

 

Honda Jazz yang Tertunda

1Sekarang ini kedok penipuan cukup beragam dan mengerikan. Kemarin, (28/10), saya cukup dibuat kaget dengan surat yang mampir di meja kerja. Amplopnya cukup membuat saya tersenyum, lumayan terlihat asli, berwarna pula dengan logo “11 tahun bersama Carrefour”. Sayang perangkonya murahan, 2 ribuan. Baca selebihnya »

Saatnya Gaji Menteri Naik?

Baru beberapa hari dilantik, kerja juga belum dimulai, paling banter cuma sibuk ladenin ucapan selamat dari pada kolega, ehhh, gaji menteri malah naik. Saya tidak menolak dan tidak juga menerima begitu saja perihal para menteri yang tiba-tiba bak mendapat durian runtuh, gaji mereka naik. Tetapi cobalah asah sensitivitas moral dan sosial saat ini. Gempa Sumbar baru saja terjadi, banyak dari korban yang masih tinggal di tenda-tenda. Belum lagi susunan kabinet yang saya rasa seperti tipu-tipu belaka. Duh, Gusti!

Begini, meskipun dari segi anggaran kenaikan gaji menteri tidak berpengaruh signifikan, akan lebih bijaksana jika rencana kenaikan gaji para pembantu presiden itu ditunda, atau jika tidak, kenaikan dilakukan secara bertahap. Kenaikan gaji menteri memang tidak terlalu signifikan dari segi anggaran, tetapi pada saat ini akan lebih bijaksana jika kenaikan ditunda atau dilakukan secara bertahap.

Barusan mendengar info di i-radio bahwa gaji menteri ditunda tahun ini. Ya emang benar tahun ini ditunda, wong sisa tahun ini tinggal 2 bulan lagi, setelah itu berganti 2010. Sama juga khan berarti gaji menteri naik.

Djuanda, 271009

My Facebook

Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik

Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua

*
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia

Reff:
Cuma itu yang kuberikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu

Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia

Back to *
Reff:

Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama

Back to Reff:
Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba hmm..

Mencoba menjadi warga Linux

Karena kesengsem teman kos yang menggunakan OS linux, akhirnya “niat ingsun” saya persembahkan diri saya sebagai salah satu warga linux. Berbekal “niat ingsun”, pagi-pagi benar saya sudah nongkrong di ruang IT, mantengin salah satu staf IT, Ryan, untuk meluluskan niat saya ini.

Akhirnya, setelah setengah jam menunggu, muncul juga master Ryan. Berbekal racun teman kos, saya utarakan niat saya untuk memasang linux di kompi saya yang sudah menggunakan OS win”shit” dan jatuhlah pilihan distro pertama saya, Ubuntu. Alhamdulillah lagi, master Ryan bersedia membantu dan mengajari saya menginstall. Saat ini saya menggunakan PC desktop; Dell Optiplex 320, memori 992 MB dengan kapasitas hard disk 80 GB, sangat cukup!

Dimulailah proses instalasi. Karena saya benar-benar ingin murni menggunakan linux, OS win *shit* saya buang jauh-jauh – no win*shit* lagi. Awalnya lancar-lancar saja, mulai dari booting live CD sampai proses partisi hard disk. Ubuntu selesai di install dengan sempurna. Namun ketika sudah masuk ke login OS yang menampilkan beberapa pilihan booting ubuntu dan kemudian saya pilih/klik ubuntu, layar monitor menjadi black screen. Macam apa pula ini?

Masih penasaran, akhirnya saya menginstall lagi, bahkan sampai lima kali, tapi tetap saja tidak berhasil: black screen masih selalu muncul. Akhirnya master Ryan menyerah, memohon bantuan lagi master linux lainnya, si bos IT, Bung Andri.

“Wah, ubuntu 9.04 emang lumayan bermasalah dengan detect vga-nya, nang. Coba kamu pake distro lainnya”?

Saya capek, 4 hari penuh ngurusin ubuntu dan win*shit* mulu. Terpaksa, kompi Dell 320 saya tukarkan dengan kompi punya teman satu divisi, Dell 330. Semoga saja hari ini Dell 330 dengan memori dan kapasasitas hard disk yang lebih gede bisa dipasang ubuntu 9.04. Jika ada teman-teman yang membaca artikel ini dan mengetahui cara mengatasi error dalam proses instalasi saya ini, tolong saya dibantu.

Juanda, 020909