Dulu, kesepian saya anggap sebagai gagasan. Ketika kesepian tersebut menyergap, saya masih bisa menemukan ruang inspirasi terkecil yang bisa saya manfaatkan untuk merebut kesepian tersebut menjadi hiruk pikuk ide. Saat itu saya masih bisa mempertahankan kesepian saya tanpa mengurangi kadar kualitasnya. Ya, mungkin saja karena interaksi sosial saya tidak terbatas. Saya juga tidak pernah merasa [...]
Filed under: Uncategorized | 3 Komentar »







