Oki minggat (lagi)

Saya masih ingat, walau agak samar-samar, ketika pertama kali pipi saya kena tampar seorang anak kecil berumur lima tahunan, Oki, karena saya melerainya agar tidak berkelahi dengan saudara laki-lakinya, Angga. Waktu itu pertama kalinya saya menjadi pengajar anak-anak (jalanan) di lingkungan Kali Code Yogyakarta.
Pulang ke Jogja berarti kembali berharap menemukan iman, harapan, masa depan, menjadi [...]