Mencoba menjadi warga Linux

Karena kesengsem teman kos yang menggunakan OS linux, akhirnya “niat ingsun” saya persembahkan diri saya sebagai salah satu warga linux. Berbekal “niat ingsun”, pagi-pagi benar saya sudah nongkrong di ruang IT, mantengin salah satu staf IT, Ryan, untuk meluluskan niat saya ini.

Akhirnya, setelah setengah jam menunggu, muncul juga master Ryan. Berbekal racun teman kos, saya utarakan niat saya untuk memasang linux di kompi saya yang sudah menggunakan OS win”shit” dan jatuhlah pilihan distro pertama saya, Ubuntu. Alhamdulillah lagi, master Ryan bersedia membantu dan mengajari saya menginstall. Saat ini saya menggunakan PC desktop; Dell Optiplex 320, memori 992 MB dengan kapasitas hard disk 80 GB, sangat cukup!

Dimulailah proses instalasi. Karena saya benar-benar ingin murni menggunakan linux, OS win *shit* saya buang jauh-jauh – no win*shit* lagi. Awalnya lancar-lancar saja, mulai dari booting live CD sampai proses partisi hard disk. Ubuntu selesai di install dengan sempurna. Namun ketika sudah masuk ke login OS yang menampilkan beberapa pilihan booting ubuntu dan kemudian saya pilih/klik ubuntu, layar monitor menjadi black screen. Macam apa pula ini?

Masih penasaran, akhirnya saya menginstall lagi, bahkan sampai lima kali, tapi tetap saja tidak berhasil: black screen masih selalu muncul. Akhirnya master Ryan menyerah, memohon bantuan lagi master linux lainnya, si bos IT, Bung Andri.

“Wah, ubuntu 9.04 emang lumayan bermasalah dengan detect vga-nya, nang. Coba kamu pake distro lainnya”?

Saya capek, 4 hari penuh ngurusin ubuntu dan win*shit* mulu. Terpaksa, kompi Dell 320 saya tukarkan dengan kompi punya teman satu divisi, Dell 330. Semoga saja hari ini Dell 330 dengan memori dan kapasasitas hard disk yang lebih gede bisa dipasang ubuntu 9.04. Jika ada teman-teman yang membaca artikel ini dan mengetahui cara mengatasi error dalam proses instalasi saya ini, tolong saya dibantu.

Juanda, 020909

Tinggalkan Balasan