Sekarang ini kedok penipuan cukup beragam dan mengerikan. Kemarin, (28/10), saya cukup dibuat kaget dengan surat yang mampir di meja kerja. Amplopnya cukup membuat saya tersenyum, lumayan terlihat asli, berwarna pula dengan logo “11 tahun bersama Carrefour”. Sayang perangkonya murahan, 2 ribuan.
Ketika saya buka dan saya lihat isi suratnya, jauh lebih heboh dan bikin orang merinding, tapi saya tidak. Terdapat tiga lembar kertas yang masing-masing terlihat begitu orisinil dengan stempel “aspal” dari Carrefour dan Surat Kegiatan dari Kepolisian Republik Indonesia. Lembar pertama berisi pemberitahuan bahwa nama saya tercatut sebagai pemenang utama undian berhadiah “11 tahun bersama Carrefour”. Tak tanggung-tanggung, saya berhak memperoleh Honda Jazz. Namun setelah saya coba cermati, ternyata ada kejanggalan. Lazimnya sebuah tanda tangan pemberitahuan resmi, seharusnya adalah asli, bukan tanda tangan cap. Selain itu tanda tangan Jean Nouw Beenouw, Direktur Utama Carrefour, terlihat gemetar dan berantakan.
Di lembar kedua, yakni blangko pengesahan pemenang undian berhadiah, yang dikeluarkan oleh Badang Lelang Indonesia dan Depsos RI lebih bikin saya ketawa habis. Di blangko ini terdapat foto suasana kegiatan penarikan undian. Sayangnya, mungkin karena si tukang edit blangko “aspal” sedang ngantuk, banner yang seharusnya bertuliskan “Penarikan Undian” malah berganti menjadi ‘Penarokan Undian”. Untuk sebuah banner, seharusnya terdapat lekukan-lekukan khas, tapi ini benar-benar datar, manipulasi gambar.
Lembar ketiga lebih meyakinkan lagi, yakni surat izin kegiatab yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Seperti halnya surat-surat resmi, terdapat nomor surat, legalisir asli (tapi ternyata palsu) serta tanda tangan Adang Firman selaku Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya. Tidak ada yang janggal disini, namun karena di lembar pertama dan kedua saya sudah sangat tidak yakin, apa boleh buat, saya bukan orang bodoh yang bisa ditipu begitu saja.
Saya cukup salut dengan Tim Boong-Boongan undian Carrefour ini. Setidaknya terdapat empat stempel asli yang menghiasi setiap lembar. Print berwarna juga menjadi salah satu ciri betapa seriusnya tim ini bekerja. Tim ini juga punya modal finansial cukup lebih. Terbukti dari jenis stempel, pengiriman via pos, dan biaya cetak. Untuk urusan mental, tidak perlu ditanyakan lagi. Tim boong-boongan ini termasuk penderita sosiopat klasik.
Pemberitahuan undian boong-boongan semacam ini jelas menggunakan metodologi sampling. Artinya, dari sekian banyak pemberitahuan undian yang mereka sebar, bisa jadi terdapat satu atau dua orang yang berhasil mereka kecoh. Jadi, melalui blog ini, saya mencoba berbagi untuk teman-teman agar berhati-hati dengan undian boong-boongan semacam ini.
Djuanda,281009
Filed under: Uncategorized








saya baru dpt spt itu hari ini. wah”,
hasil cetakannya jelek banget