Globalisasi telah “memaksa” akses informasi sebagai bagian tak terpisahkan dari sebuah proses hegemoni developmentalisme. Suatu ideologi yang diyakini dan memberi harapan bagi berjuta manusia sebagai satu-satunya jalan perubahan nasib. Demikian juga dengan para difabel, mereka mempunyai harapan terpendam untuk ikut bermain dalam akses ruang publik. Mereka juga mempunyai hak yang sama untuk memperoleh dan memanfaatkan [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: difabel | Tinggalkan sebuah Komentar »







